Pengertian Jenis Jenis Abortus

Angka Peningkatan Abortus Di Indonesia Sekitar 25% Dari Penghitungan Seluruh Wanita Hamil, Dan Itu Sangat Memperhatikan Bagi Sang Penderitanya...





Penatalaksanaan klinik dilakukan atas 2 buah prinsip utama: 


  1. Evakuasi uterus tidak selalu harus dikerjakan pada setiap peristiwa perdarahan pada kehamilan muda mengingat kemungkinan viabilitas janin atau embrio.
  2. Harus diingat kemungkinan adanya kehamilan ektopik pada kasus kehamilan muda dengan riwayat perdarahan per vaginam.


Pengertian Abortus

Abortus adalah berakhirnya suatu kehamilan oleh akibat-akibat tertentu, pada atau sebelum kehamilan tersebut berusia 22 minggu atau buah kehamilan belum mampu untuk hidup di luar kandungan Beberapa definisi para ahli tentang abortus,

EASTMAN :  Abortus adalah keadaan terputusnya suatu kehamilan dimana fetus belum sanggup hidup sendiri di luar uterus.Belum sanggup yaitu apabila fetus itu beratnya terletak antara 400-100 gr, atau usia kehamilan kurang dari 28 minggu

JEFFCOAT : Abortus adalah pengeluaran dari hasil konsepsi sebelum usia kehamilan 28 minggu, yaitu fetus belum

HOLMER : Abortus adalah terputusnya kehamilan sebelum minggu ke-16, dinamakan proses plasentasi belum selesai.


Klasifikasi Abortus dapat dibagi atas dua golongan

Abortus spontan Adapun abortus yang terjadi dengan tidak didahului faktor-faktor mekanis ataupun medisinalis, semata-mata disebabkan oleh faktor-faktor alamiah. Dapat dibagi atas
Abortus kompletus (keguguran lengkap). Ditandai dengan pengeluaran seluruh hasil konsepsi (desidua dan fetus), yang diikuti dengan sedikit perdarahan, dan nyeri.  Gejalanya Perdarahan bercak hingga sedang, serviks tertutup/terbuka, uterus lebih kecil dari usia gestasi, sedikit/tanpa nyeri perut bawah, riwayat ekspulsi hasil konsepsi.

Abortus insipiens (keguguran sedang berlangsung). Abortus  insipiens adalah peristiwa terjadinya perdarahan dari rahim pada  kehamilan sebelum 20 minggu, dengan adanya pembukaan leher rahim, namun  janin masih berada di dalam rahim. Pada tahapan ini terjadi perdarahan  dari rahim dengan kontraksi yang semakin lama semakin kuat dan semakin  sering, diikuti dengan pembukaan leher rahim. Gejalanya perdarahan sedang hingga masif/banyak, serviks terbuka, TFU sesuai usia kehamilan, nyeri perut bawah, belum terjadi ekspulsi hasil konsepsi. Penanganannya Evakuasi hasil konsepsi dengan uterotonika dan kuretase Abortus Inkompletus (keguguran bersisa). Pada abortus inkompletus, produk konsepsi (janin) sebagian sudah keluar akan tetapi masih ada sisa yang tertinggal di dalam rahim. Gejala yang terjadi adalah keram pada rahim disertai perdarahan rahim dalam jumlah banyak, terjadi pembukaan, dan sebagian jaringan keluar. Penanganan yang dilaksanakan adalah mengawasi kondisi ibu agar tetap stabil dan pengeluaran seluruh jaringan hasil konsepsi yang masih tertinggal di dalam rahim. Gejalanya perdarahan sedang hingga masif/banyak, servik terbuka, TFU tidak sesuai umur kehamilan, nyeri perut bawah, ekspulsi sebagian hasil konsepsi. Penanganannya keluarkan jaringan secepat mungkin dengan metode digital dan kuretase. Setelah itu beri obat-obat uterotonika dan antibiotika.

Abortus iminens (keguguran membakat). Abortus imminens adalah terjadinya perdarahan dari rahim sebelum kehamilan mencapai usia 20 minggu, dimana janin masih berada di dalam rahim dan tanpa disertai pembukaan dari leher rahim. Apabila janin masih hidup maka kehamilan dapat dipertahankan, akan tetapi apabila janin mengalami kematian, maka dapat terjadi abortus spontan. Penentuan kehidupan janin dapat dilakukan dengan pemeriksaan USG (Ultrasonografi) untuk melihat gerakan dan denyut jantung janin. Denyut jantung janin dapat juga didengarkan melalui alat Doppler atau Laennec apabila janin sudah mencapai usia 12 dan 16 minggu. Tatalaksana yang dilakukan meliputi istirahat baring.

Missed abortion. Perdarahan pada kehamilan muda disertai dengan retensi hasil konsepsi yang telah mati hingga 8 minggu atau lebih. Setelah kematian janin, janin tidak segera dikeluarkan. Retensi kehamilan diperkirakan terjadi oleh karena masih adanya produksi progesteron plasenta yang terus berlanjut dan produksi estrogen yang turun sehingga kontraktilitas uterus menurun. Keadaan ini dapat menyebabkan terjadinya gangguan faal pembekuan darah bila janin mati tidak dikeluarkan dalam waktu lebih dari 8 minggu. Gejalanya ditemukan amenoare, perdarahan sedikit-sedikit yang berulang pada permulaannya, serta selama observasi fundus tidak bertambah tinggi, malahan tambah rendah. Penanganan :Hati-hati melakukan kuretase, plasenta dapat melekat sangat erat di dinding rahim, sehingga akan sulit dan resiko perforasi lebih tinggi, lakukan dilatasi dengan batang laminaris selama 12 jam.

Abortus habitualis (keguguran berulang. Abortus berulang (recurrent abortion) adalah abortus yang terjadi 3 kali secara berturut-turut.  Angka kejadian 0.4 – 1%. Risiko berulangnya abortus setelah abortus I adalah 20% ; resiko setelah abortus II adalah 25% dan resiko setelah abortus III adalah 30%. Gejalanya dalam triwulan kedua terjadi pembukaan serviks tanpa disertai mules, yang selanjutnya disertai oleh pengeluaran janin yang biasanya masih hidup dan normal, penderita tak jarang mengeluh bahwa ia mengeluh banyak lendir dari vagina. Penanganan memperbaiki keadaan umum, pemberian makanan dengan gizi yang sempurna, anjurkan istirahat cukup banyak, larangan koitus dan olah raga.
Abortus Provokatus. Adalah abortus yang disengaja, baik dengan memakai obat aborsi maupun alat-alat.

Abortus medisinalis. Adalah abortus karena tindakan kita sendiri, dengan alasan bila kehamilan dilanjutkan, dapat membahayakan jiwa ibu. (berdasarkan indikasi medis) Abortus kriminalis. Adalah abortus yang terjadi karena tindakan-tindakan yang tidak legal atau tidak berdasarkan indikasi medis.

Komplikasi Yang Di Sebapkan Abortus: 

  • Perdarahan (hemorrhage).
  • Perforasi.
  • Infeksi dan tetanus.
  • Payah ginjal akut.


Syok, pada abortus dapat disebabkan oleh :
a. Perdarahan yang banyak disebut syok hemoragik,
b.Infeksi berat atau sepsis disebut syok septic atau endoseptik.

Nah Semoga Bermanfaat Bagi Pembaca Sertia.....


Add Your Comments

Disqus Comments